His Plans
بسم الله الرّحمن الرّحيم
"Kalau gak sesuai ekspektasi, gimana?"
Maryam's Talk
Dulu, aku pernah sangat mengkhawatirkan sesuatu. Hampir setiap hari aku mengungkapkan kegelisahan dan keinginanku lewat berdoa, memohon pada-Nya sambil menangis, "Ya Allah, kalau memang itu yang terbaik untukku, tolong jadikan hatiku kuat," Aku juga selalu membisikkan diriku beribu motivasi, berusaha menguatkan hati yang hampir rapuh ini dengan berlembar kertas yang aku isi dengan goresan tinta pulpenku. Pada akhirnya, segala kekhawatiranku Allah jawab dengan senyuman yang terukir manis di wajahku hari itu.
"What if I fail, Maryam?"
Ada banyak hal yang terjadi di luar kendali kita. Jauh dari ekspektasi, sampai akhirnya kita berada di titik menyesal, merasa bersalah maupun kecewa. Tahap untuk menerima kenyataan di luar yang kita rencanakan, berusaha ikhlas menerima ketetapan-Nya, memang tak mudah. Aku tahu betul perasaan itu, ikhlas begitu berat, entah dalam ibadah maupun menerima musibah. Wajar kok, mau nangis dulu juga gaada salahnya, asalkan gak berlebihan dan jangan sampai kita menyalahkan takdir-Nya. Coba tanyakan pada diri kita, "Apa aku sudah bertawakkal pada-Nya? Atau aku justru lebih berharap pada makhluk-Nya?" ketahuilah, sering kali kekecewaan itu datang sebab tak dihadirkan rasa bergantung kepada Sang Pemiliki Alam.
Kata yang selalu mengetuk jiwaku tiap kali sebuah kekhawatiran datang adalah "takdir", aku percaya rencana-Nya jauh lebih baik dari apa yang aku harapkan dan jauh lebih sempurna dari apa yang pernah aku bayangkan. Walaupun terkadang, hal yang datang justru sesuatu yang kita hindari dan tak diinginkan. Namun aku sadar, sebagai manusia, penglihatan, pendengaran, dan pengetahuan kita terbatas, bukan? Sangat jauh dari kata sempurna. Namun, Allah melihat, mendengar, dan mengetahui segala hal yang gak bisa kita lihat, gak bisa kita dengar, dan gak bisa kita ketahui. Jelas Ia lebih tahu tentang apa yang akan terjadi jika aku berada di jalan A, jika aku berada di jalan B, bagaimana sikapku bila nantinya aku mendapat apa yang aku inginkan, bagaimana sikapku bila sesuatu terjadi jauh dari harapan. Allah tahu segalanya.
Berbaik sangkalah pada-Nya. Mungkin, jika kita mendapat apa yang kita inginkan, kita akan semakin jauh dari-Nya, maka Allah tak memberikan kita jalan itu (Sweet banget, ya?). Tak peduli seberapa besar keinginan kita, seberapa banyak air mata yang kita teteskan karena saking menginginkannya, kalau Allah tak memberikan, percayalah Allah sedang melindungi kita dari sesuatu yang gak bisa kita ketahui, Allah tahu apa yang paling baik untuk kita, dan bisa jadi yang ternyata baik untuk kita adalah hal yang awalnya kita anggap buruk.
Allah berfirman:
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ ࣖ
"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (Q.S. Al-Baqarah: 216)
Artinya, gak semua yang kita ekspektasikan adalah hal yang baik untuk diri kita, walaupun apa yang kita ekspektasikan adalah hal yang dianggap seluruh manusia sempurna, ada banyak sisi yang gak bisa kita gapai untuk melihat dan mengetahuinya (tentang ekspektasi itu), hanya Allah saja yang tahu.
Percayalah, akan ada masanya bungamu bermekaran, sinarmu memancar hangat meneduhkan. Dan Allah yang paling tahu kapan waktu yang tepat untuk masa itu datang.
Jadi, it's okay! Gak masalah untuk melangkah sedikit lebih lama, asal jangan mundur dan berputus asa dari rahmat-Nya. Gak masalah bila gagal dalam urusan dunia, percayalah kesuksesan duniawi itu tak akan ada artinya bila kita gagal dalam urusan akhirat.
Semangat, ya! ^^
Komentar
Posting Komentar