Aqidah
بسم الله الرّحمن الرّحيم
Aqidah
Sharing experiences
Halo, teman-teman! Hari ini aku mau berbagi catatan kajian bersama Ust. Abdullah Roy saat dauroh HSI x ETA sekitar dua pekan yang lalu. Buat teman-teman yang penasaran dengan program HSI & ETA bisa mampir langsung ke ig-nya ya, @hsi.abdullahroy dan @pomm_id.
Pertama-tama, mari kita berdoa dan meluruskan niat sebelum belajar. Bismillah, (doa dalam hati, ya-!). Siapkan catatanmu 📚
Nah, sekarang mari kita mulai.
Temen-temen udah tau belum niih, apa saja sih langkah mempelajari ilmu Aqidah?
Secara umum, terdapat 3 tahapan dalam mempelajari ilmu Aqidah:
- Mempelajari keutamaan ilmu Aqidah
- Mempelajari gambaran secara umum tentang ilmu Aqidah
- Mempelajari kitab-kitab
Yuk, kita kupas tiga langkah di atas dengan pertanyaan-pertanyaan berikut!
"Kenapa kita harus belajar Aqidah?"
Jawaban :
Karena ilmu ini merupakan kebutuhan bagi setiap muslim-muslimah. Urgensinya, karena ilmu ini berkaitan dengan keyakinan yang letaknya di hati. Apabila hati seseorang baik, maka baik pula seluruh anggota tubuhnya. Apabila hati seseorang rusak, maka rusak pula seluruh anggota tubuhnya.
Setiap orang akan ditanya tentang kepemimpinannya, tentang anggota tubuh yang ia pimpin. Oleh karena itu, ilmu ini sangat penting dan menjadi prioritas utama bagi setiap muslim-muslimah dari ilmu yang lain. Di antara keutamaan seseorang mempelajari Aqidah adalah tidak hanya hubungan dia dengan Allah yang baik, namun akan tampak pula kebaikan pada akhlaqnya.
"Apa definisi Aqidah?"
Jawaban :
- Definisi Aqidah secara khusus adalah tauhid, tauhid ialah mengesakan Allah dalam beribadah. Aqidah secara khusus berkaitan dengan keyakinan kita kepada Allah yang menciptakan dan satu-satunya yang berhak diibadahi. Tauhid merupakan puncak Aqidah, inti dakwah para rasul, dan yang terpenting dari segala ilmu Aqidah. Sedangkan Aqidah itu sendiri adalah ilmu yang paling penting dari segala ilmu.
- Definisi Aqidah secara umum adalah tauhid dan segala permasalahan lain yang berkaitan dengan Aqidah. Termasuk di dalamnya; iman kepada malaikat, para rasul, kitab-kitab-Nya, keyakinan terhadap ahlul bait, karomah para wali, dan permasalahan lainnya.
Kalau disimpulkan, Aqidah secara umum itu lebih luas, tidak hanya tauhid saja yang dibahas. Sedangkan Aqidah secara khusus terkhusus pada tauhid. Dan prioritas kita dalam mempelajari ilmu Aqidah tentu lebih utama Aqidah secara khusus, karena tauhid adalah puncak Aqidah.
"Bagaimana hak Allah terhadap hamba dan hamba terhadap Rabbnya?"
Hak Allah atas hamba ialah menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Adapun hak hamba atas Allah ialah Allah tidak akan mengadzab orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun. Makna "tidak mengadzab" adalah tidak akan diadzab selama-lamanya atau tidak akan diadzab kekal di neraka.
Lawan dari tauhid adalah syirik yang terbagi menjadi :
- Syirik besar yang mengeluarkan pelakunya dari Islam, seperti bernadzar, berqurban, berdoa, dan beristianah kepada selain Allah.
- Syirik kecil yang tidak sampai mengeluarkan pelakunya dari Islam, contohnya riya'.
"Apa saja kitab yang dipelajari dalam ilmu Aqidah?"
Kitab untuk mempelajari Aqidah secara khusus :
- Al Ushul Ats Tsalatsah (3 landasan utama)
- Qowaidul Arba' (4 kaidah untuk memahami kesyirikan)
- Kitaabut-Tauhid (tentang kewajiban bertauhid dan maknanya)
- Kasyfu Syubuhat
Kitab untuk mempelajari Aqidah secara umum :
- Aqidah Al-Wasithiyyah karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
- Lum'atul I'tiqod karya Imam Ibnu Qudamah
- Al-Aqidah Ath-Thahawiyyah karya Ath-Thahawi
"Bagaimana cara mempelajari kitab-kitab tersebut?"
- Menghafal. Mengulang-ngulang sambil memahami permasalahannya, membaca sekian halaman/hari.
- Memperdengarkan hafalan tersebut kepada guru/orang lain (disetorkan).
- Memperbanyak muroja'ah atau mereview kitab tersebut.
- Mempelajari penjelasannya dengan guru yang shahih, dengan syarh yang sederhana.
- Tidak mempelajari kitab yang lain sebelum menyelesaikan kitab pertama.
- Menguji diri sendiri.
- Mempelajari fatwa-fatwa para ulama terkait masalah-masalah di dalamnya.
Bandung, 19 Mei 2024,
Masjid Al-Irsyad.
Komentar
Posting Komentar