Sincere

بسم الله الرّحمن الرّحيم


Ikhlas Itu Berat

Ust. Muhammad Nuzul Dzikri

link video kajian

Assalamualaikum, hai! Gimana kabarnya teman-teman? Semoga sehat selalu dan semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah, aamiin Allahumma aamiin..


Aku yakin teman-teman pasti pernah merasakan betapa sulit dan beratnya ikhlas. Dan yaa.. ikhlas adalah hal yang sangat berat. Entah dalam beribadah, berbuat baik, maupun dalam menerima segala ujian dan cobaan yang datang ke dalam kehidupan kita. Tapi pernah gak sih teman-teman bertanya-tanya, "Kenapa yaa kok ikhlas itu berat banget?" "Sebenarnya apa ya yang membuat ikhlas itu sulit?" Yuk, kita bahas!


Al-Imam Ibnu Qudamah menjelaskan sebab sulitnya ikhlas itu ada tiga.

1. Karena kita cenderung suka pujian.


Sebagian ulama menyatakan bahwa kebanyakan orang lebih suka pujian daripada uang. Misalnya, ada seseorang yang mendapat uang palsu, pasti dia akan marah bukan? Tapi kalau pujian, entah pujian yang diberikan padanya palsu atau fakta, orang tersebut tetap akan merasa senang dan bahagia dengan pujian yang ia dapat. Banyak penyakit dalam keikhlasan yang sangat berkaitan dengan pujian. Contoh, penyakit yang paling kronis dalam keikhlasan, yaitu riya'. Al-Hafizh Ibhu Hajar rahimahullah mengatakan, "Riya' itu memperlihatkan amalan di hadapan manusia agar dipuji oleh mereka." artinya seseorang beribadah di hadapan orang lain agar dipuji, bukan karena Allah subhanahu wa ta'ala. Contoh penyakit keikhlasan yang lain adalah sum'ah. Sum'ah artinya memperdengarkan amal ibadah agar manusia tau dan mereka memuji kita. Misal, seseorang menceritakan amal ibadah yang dikerjakannya agar orang-orang memuji dirinya.


Oleh karena itu, sifat suka dengan pujian merupakan salah satu faktor penyebab sulitnya kita untuk ikhlas. Ubahlah sudut pandang kita untuk mengharap wajah Allah dan keridhaan-Nya, capernya sama Allah aja, hehe. Makanya salah satu tips untuk membuktikan keikhlasan ibadah kita adalah dengan melaksanakan amalan tersebut di saat sedang ber'uzlah atau bersendirian hanya dengan Allah subhanahu wa ta'ala. Di saat seperti itu, tentu saja kita gak akan bisa mengharapkan pujian (dari manusia) karena gak ada yang melihat amalan ibadah kita bukan? Kita bisa lebih fokus dan khusyuk beribadah karena di tempat dan di waktu tersebut kita hanya seorang diri. Eits, tapi inget ya! Kalau udah jadi amalan rahasia, harus dijaga selayaknya kita menjaga rahasia orang lain. Biarkan amalan itu jadi super spesial karena hanya Allah dan kita yang tahu. Jangan diceritakan ke orang-orang kecuali dalam hal mendesak, khawatir jatuhnya jadi sum'ah dan gak jadi amalan rahasia lagi (buat teman-teman yang ingin pembahasan lebih lanjut tentang 'uzlah dan amalan rahasia, ada di episode "shining face" yaa, kajian Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri juga).


2. Karena tabiat kita tamak terhadap dunia.


Allah berfirman, "Dan kalian cinta sekali dengan harta dunia dengan kecintaan yang luar biasa." [Qs. Al-Fajr: 20] Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan, "Apabila seorang anak adam memiliki emas sebanyak sebuah lembah, dia akan cari lembah emas yang kedua, (setelah dia punya lembah emas yang kedua) dia akan mencari lembah emas yang ketiga, dan tidak ada yang mengisi perut anak adam sampai penuh kecuali tanah." artinya dia akan terus mencari lembah-lembah emas yang berikutnya sampai ia wafat, dia tidak akan berhenti atau berakhir mencari (dunia) sampai akhirnya ia mati. Inilah yang dapat membuat kita menyimpang kepada ketidak-ikhlasan, karena kita terus mengharap dunia, mengharapkan jabatan dari amal ibadah yang kita lakukan. (Kecintaan manusia terhadap dunia luar biasa)


3. Gengsi. Kita tidak suka bila dicela oleh orang lain.


Ketika kita menyukai pujian, otomatis kita gak suka dicela. Maka kita akan berusaha melakukan apa saja untuk diterima oleh orang-orang di sekitar kita. Kita akan berusaha beribadah agar gak dibully, gak dicela, gak dicaci oleh orang lain. Akhirnya orientasinya jadi manusia, bukan Allah subhanahu wa ta'ala. Orientasi adalah pandangan yang mendasari kecenderungan, pikiran atau perhatian (KBBI). Dalam hal ini, orientasi yang dimaksud adalah pandangan yang mendasari kecenderungan dan perhatian seseorang untuk beribadah. Artinya kalau orientasinya manusia, kita ibadah karena manusia, bukan karena Allah.


Jadi, apakah kita niat melakukan ibadah agar dipuji oleh orang lain? Atau kita beribadah karena menginginkan dunia? Atau kita beribadah karena takut dicela oleh orang lain? Tentu saja niat yang tepat adalah yang ikhlas, karena Allah semata dan mengharapkan wajah-Nya.


Nah.. itu dia teman-teman penyebab mengapa kita sulit dan berat untuk ikhlas. Kalau kita bisa menghilangkan ketiga penyakit di atas, InsyaaAllah kita bisa menggapai keikhlasan. Semoga Allah selalu melindungi kita dari segala macam penyakit hati, termasuk tiga penyakit penyebab sulitnya ikhlas yang sudah kita bahas di episode kali ini, aamiin Allahumma aamin..


**Seperti biasa, untuk materi kajian lengkapnya bisa klik link di bawah judul! Selamat menonton.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

About Loss

His Plans

Aqidah